Peran IT pada Industri Migas
Mungkin ada yang bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana IT dapat mendukung bisnis oil & gas di era teknologi saat ini? Jawabannya cukup sederhana, yaitu IT dianggap sebagai enabler yang dapat mendukung core business dalam industri ini, seperti drilling, operation, exploration, atau production.
Secara umum, beberapa IT function yang ada di perusahaan oil & gas adalah sebagai berikut:
- Infrastructure: semua hal yang berhubungan dengan networking, server, storage management.
- Application: termasuk di dalamnya adalah in-house application, information system, intranet, third party software, dan web development.
- Data: function yang me-manage semua data yang berhubungan dengan GGRE (Geology, Geophysics, and Reservoir Engineering) maupun data operasional lainnya.
- SAP: hampir semua module SAP bisa di-implement di sini (FI/CO, MM, HR, PM), termasuk ABAP dan Business Object untuk reporting.
- Client Support: berperan sebagai customer service yang akan me-manage hal yang berhubungan dengan PC deployment, instalasi program, dan troubleshooting lainnya.
- Business Analyst: peran yang menurut saya sangat challenging karena harus menjadi penghubung antara internal IT dengan user. Biasanya dapat berperan juga sebagai project manager.
- Policy & Compliance: IT audit, records management, information protection, dan security termasuk di sini.
Berdasarkan function-function tersebut, saya menganggap bahwa suatu divisi IT di perusahaaan oil & gas bisa dianggap mendekati atau setara dengan software company skala menengah, baik dari sisi budgeting, service, maupun resource. Dan selain IT technical skills, hal penting lainnya yang dibutuhkan untuk terjun ke sini adalah communication skills dan juga kemampuan problem solving yang baik.
Tertarik untuk mencoba?
*Disclaimer: Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi dan tidak mewakili perusahaan oil & gas manapun.